Search
Close this search box.

Masih Banyak Sampah, Muhammad Yamin Pertanyakan Fungsi CCTV di EKS TPS Kuripan

Fungsi CCTV yang dipasang Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin di lokasi eks-TPS Pasar Kuripan dipertanyakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Fraksi Gerindra, Muhammad Yamin menilai keberadaan kamera pengawas tersebut seolah tidak berguna.

Faktanya lokasi tersebut masih saja ditumpuki sampah dengan jumlah yang banyak. Padahal ada tiga titik CCTV yang dipasang oleh Diskominfotik Kota Banjarmasin sejak November tahun lalu.

“Pemerintah harus membuka rekaman CCTV yang dipasang di sana. Dalam rekaman itu pasti akan kelihatan siapa yang masih membuang sampah di lokasi eks TPS Pasar Kuripan ini,” ucap Yamin, Selasa (07/03/2023).

Menurut Yamin, Diskominfotik yang mempunyai akses membuka dokumen CCTV itu bisa menyerahkan rekamannya ke DLH Kota Banjarmasin untuk ditindaklanjuti. “Aneh kan. Apakah ini gara-gara rekaman CCTV yang dipasang kurang canggih, sehingga tidak bisa mendeteksi ciri-ciri pembuang sampah. Atau malah CCTV mati,” pungkasnya.

Yamin meminta hal ini jadi bahan evaluasi dalam pengawasan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah. “Mungkin pelakunya makhluk gaib, makanya sampai sekarang masih ada tumpukan sampah. Semoga saja kamera yang dipasang teknologinya sudah canggih,” sindirnya.

Ia menekankan agar pemko jangan terpaku dengan keberadaan CCTV saja. Pemantauan rutin harus tetap dilakukan secara langsung. Selain itu, DLH dan Diskominfotik Kota Banjarmasin juga harus memantau rekaman CCTV setiap hari.

“Sekarang zaman sudah canggih, bisa dipantau lewat online. Jadi tidak ada alasan lagi kalau pengawasan lokasi eks TPS Pasar Kuripan itu luput dari pemantauan,” tegasnya.

“TPS di sana kan sudah ditutup. Jadi harus ada tindakan tegas dari pemerintah kepada si pembuang sampah. Jika ini terus dibiarkan, pasti orang lain juga akan mengikuti membuangnya,” tambahnya.

Ia menyadari bahwa dalam menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah atau dinas saja. “Harus ada peran dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan kita,” pungkasnya.

Jika ada warga yang kenal, bisa melaporkannya kepada RT atau lurahnya untuk diberikan teguran sebagai efek jera. “Berilah teguran hingga tiga kali sebagai sanksi sosial. Nanti bisa saja berlanjut dengan sanksi denda,” tutupnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp