Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menegaskan bahwa kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI memiliki makna penting. Pidato kenegaraan perdana Presiden Prabowo tersebut menjadi momen bersejarah, bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini adalah pidato kenegaraan pertama Presiden Prabowo setelah terpilih pada 2024. Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang kini memasuki usia 80 tahun, penuh dengan tantangan dan pencapaian,” ujar Kamrussamad, Minggu (17/8/2025).

Ia menekankan pentingnya kembali pada amanat Pembukaan UUD 1945, khususnya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai fondasi menuju negara maju. Menurutnya, SDM unggul hanya dapat terwujud bila negara memfokuskan sumber daya pada pendidikan, infrastruktur, sistem pengajaran, serta pemenuhan gizi sejak usia dini.

Lebih lanjut, Kamrussamad mengingatkan Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 yang menjamin hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan layak.

“Refleksi 80 tahun kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendiri bangsa belum selesai. Kini tugas kita melanjutkan dengan komitmen kuat dalam pembangunan nasional,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya melakukan quantum leap untuk keluar dari jebakan middle income trap dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Salah satu langkah yang ditekankannya adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan daya saing, menurunkan biaya logistik, melakukan reformasi birokrasi, serta menjaga arah kebijakan ekonomi tetap konsisten.

Menanggapi rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamrussamad mengkritisi sikap sebagian pihak yang tidak konsisten dalam menanggapi data pertumbuhan ekonomi.

“Ketika kuartal pertama tumbuh 4,87 persen diterima, tapi saat kuartal kedua meningkat menjadi 5,12 persen justru dipertanyakan. Padahal BPS adalah lembaga resmi dengan metodologi baku dan data yang bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

“Pergerakan sektor riil berdampak langsung ke transportasi, pergudangan, dan logistik. Artinya, arah kebijakan ekonomi kita sudah on the right track. Ini patut kita syukuri,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp