Dunia pendidikan tinggi kini tidak lagi sebatas soal capaian akademik. Di era digital yang penuh disrupsi, perguruan tinggi dituntut mampu mencetak generasi adaptif, kritis, dan siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menjawab tantangan itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar talkshow dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), dengan menghadirkan Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, sebagai pembicara.

Mengusung tema “Tantangan Pendidikan di Indonesia dan Menjadi Mahasiswa Ideal di Era Gen-Z”, acara ini bertujuan memberi pemahaman mendalam kepada mahasiswa baru tentang dinamika pendidikan nasional sekaligus mendorong mereka bertransformasi menjadi pribadi yang tangguh sesuai tuntutan zaman.

Menurut Cahyo Harjo, dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kesenjangan akses dan kualitas, literasi digital yang rendah, hingga kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan saat ini. Ia juga menyoroti dampak negatif teknologi dan globalisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai tradisional seperti kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.

“Pengaruh negatif ini harus kita tanggulangi bersama-sama. Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).

Cahyo merujuk hasil Programme for International Student Assessment (PISA) yang menempatkan Indonesia pada peringkat 74 dari 79 negara untuk kemampuan membaca, matematika, dan sains. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih banyak pelajar Indonesia yang underperform kesulitan memahami gagasan utama dalam teks, lemahnya penguasaan teori dasar matematika, hingga terbatasnya pemahaman sains.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Apalagi ke depan tantangan pelajar akan lebih berat. Mereka bukan hanya harus mengikuti percepatan teknologi, tapi juga menjaga kesehatan mental agar mampu bersaing ditingkat global,” jelas Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.

Melalui format talkshow interaktif, FISIPOL UNESA menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda guna memberi sudut pandang yang inspiratif. Sesi ini diharapkan tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memicu refleksi, membuka ruang diskusi, dan menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa baru sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional.

Dengan bekal pemahaman ini, mahasiswa baru diharapkan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan, baik dalam hal kurikulum, akses, kesiapan mental, maupun integrasi teknologi dalam proses pembelajaran.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp