Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung

Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara jumlah lulusan SMA/SMK dengan kapasitas penerimaan perguruan tinggi. Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius agar semakin banyak lulusan sekolah menengah memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI bersama sejumlah rektor perguruan tinggi negeri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

La Tinro mengungkapkan, setiap tahun terdapat sekitar 3,2 juta lulusan SMA dan SMK, sementara daya tampung perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri, masih jauh dari mencukupi.

“Kesempatan kita semua tentu tidak mengabaikan kepentingan pemerataan akses pendidikan. Namun kita juga mengetahui daya tampung perguruan tinggi negeri masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah lulusan SMA maupun SMK yang sudah mencapai sekitar 3,2 juta,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu mempertanyakan apakah peningkatan jumlah mahasiswa baru selama ini telah menjadi bagian dari strategi nasional pemerintah atau hanya bergantung pada kemampuan masing-masing perguruan tinggi.

“Apakah sudah ada program bahwa setiap tahun penerimaan mahasiswa ditingkatkan, atau hanya mengikuti kondisi perguruan tinggi masing-masing? Ataukah ada instruksi atau kebijakan dari pemerintah terkait jumlah penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya?” tanyanya.

Menurut La Tinro, perluasan akses pendidikan tinggi merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pembahasan mengenai SPMB tidak cukup hanya berfokus pada mekanisme seleksi, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan perguruan tinggi dalam menambah kapasitas penerimaan mahasiswa.

Ia berharap pemerintah bersama perguruan tinggi menyusun langkah strategis untuk meningkatkan daya tampung secara bertahap dan terukur, sehingga semakin banyak lulusan sekolah menengah memiliki kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan.

RDP Panja SPMB Komisi X DPR RI tersebut menghadirkan Rektor Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Tanjungpura (Untan), dan Universitas Terbuka (UT). Selain mengevaluasi pelaksanaan SPMB 2024–2025, rapat juga membahas rekomendasi penyelenggaraan SPMB 2027 serta masukan untuk revisi RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp