Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong agar pengembangan kawasan industri tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Menurutnya, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kawasan Industri harus menjadi momentum untuk mendorong pemerataan pembangunan industri ke berbagai daerah di luar Jawa yang memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam, energi, dan bahan baku.

Hal itu disampaikan Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri bersama para pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

“Kita ingin mendorong bagaimana kawasan industri bisa berkembang ke luar Jawa sehingga terjadi pemerataan. Padahal daerah-daerah di luar Jawa memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi bahan baku maupun sumber energi,” ujarnya.

Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra itu, pengembangan kawasan industri masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tumpang tindih regulasi, keterbatasan pasokan energi yang kompetitif, hingga belum memadainya infrastruktur logistik dan transportasi, terutama di wilayah luar Jawa.

Ia menilai Sumatera menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan sumber daya alam dan energi. Namun, potensi tersebut belum diimbangi dengan infrastruktur logistik yang memadai sehingga kurang menarik bagi investasi industri.

Bambang juga menekankan pentingnya membangun kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan dan jalur pelayaran internasional. Menurutnya, posisi strategis Indonesia yang dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) harus dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya pusat-pusat industri baru di luar Jawa.

“Negara-negara tetangga mampu memanfaatkan jalur pelayaran internasional untuk mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Indonesia juga harus bisa memanfaatkan potensi tersebut,” katanya.

Selain memperkuat konektivitas melalui transportasi laut, Bambang mendorong pengembangan angkutan barang berbasis kereta api guna meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mengurangi beban jalan raya.

Ia juga menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah agar tenaga kerja lokal mampu memenuhi kebutuhan industri.

Bambang berharap pembahasan RUU Kawasan Industri dapat menghasilkan kebijakan yang mendorong pemerataan pembangunan nasional.

“Kita ingin kawasan industri tidak hanya berkembang di Jawa, tetapi juga tumbuh di berbagai daerah yang memiliki potensi besar. Dengan begitu, pemerataan ekonomi dan pembangunan bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp