Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya yang tumbuh dari inisiatif masyarakat. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/2/2026).

Rahayu mengapresiasi hadirnya kampung ekonomi kreatif seperti Kampung Batik Okra yang lahir dari inisiatif warga. Menurutnya, pembangunan ekonomi dari bawah harus bertumpu pada kreativitas dan partisipasi masyarakat lokal.

“Kita sangat senang melihat kampung ekonomi kreatif seperti ini. Ini inisiatif masyarakat sendiri. Kalau kita ingin membangun ekonomi dari bawah, ini salah satu contohnya,” ujarnya.

Ia menilai Kampung Batik Okra merupakan contoh nyata ekonomi kreatif berbasis budaya, di mana masyarakat terlibat langsung sebagai penggagas sekaligus pengrajin. Pengembangan ekonomi kreatif, lanjutnya, juga tidak dapat dipisahkan dari upaya pelestarian budaya.

“Pelestarian budaya penting untuk memastikan generasi muda tidak melupakan kekayaan budaya Indonesia,” kata Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Meski demikian, Rahayu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam aspek pemasaran dan pengelolaan usaha. Dua hal ini, menurutnya, perlu mendapat dukungan pembinaan dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Perlu ada penguatan dari sisi pengembangan usaha dan pemasaran,” tegasnya.

Rahayu juga mengapresiasi keunikan batik Kampung Okra yang bersifat custom dan memiliki nilai jual tinggi karena motifnya tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan, proses pembuatan satu kain batik dapat memakan waktu hingga satu tahun.

“Motif yang tidak ada di tempat lain menjadikan karya ini punya daya jual lebih tinggi,” ucapnya.

Terkait peluang ekspor, ia berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat bersinergi dengan Kementerian Pariwisata untuk membawa produk Kampung Batik Okra ke berbagai pameran dan expo, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.

Selain dukungan pemasaran, Rahayu mengungkapkan rencana penguatan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi pelaku ekonomi kreatif dengan alokasi hingga Rp10 triliun. Skema tersebut memungkinkan akses pembiayaan antara Rp100 juta hingga Rp500 juta, berdasarkan hasil evaluasi.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha besar berbasis Intellectual Property (IP), tetapi juga oleh IP lokal seperti Kampung Batik Okra.

“Harapannya ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku ekonomi kreatif lokal agar bisa berkembang lebih kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp