Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya

Dampak kerusakan akibat bencana di Sumatera yang menimbulkan kerusakan infrastruktur dan permukiman skala besar mendorong lahirnya wacana pembentukan kembali Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, yang menekankan perlunya kajian khusus dalam menyusun rencana rehabilitasi pasca bencana di Sumatera.

“Secara khusus, sebagai mitra kerja Komisi V DPR, kami mendorong dilakukan kajian terkait kebutuhan pembentukan BRR guna percepatan pemulihan pasca bencana Sumatera,” ujar Danang, Jumat (5/12/2025).

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan, dampak kerusakan di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh membutuhkan langkah pemulihan yang lebih sistematis, terukur, serta melibatkan koordinasi lintas sektoral.

Menurut Danang, penanganan rehabilitasi bencana berskala besar di Sumatera saat ini berpotensi menghadapi keterbatasan anggaran di kementerian/lembaga. Dengan adanya BRR, ruang dan kapasitas untuk pemulihan pasca bencana dapat lebih optimal.

“Kita perlu mengevaluasi apakah mekanisme saat ini sudah memadai. Jika tidak, pemerintah perlu mempertimbangkan membentuk kembali badan khusus seperti BRR yang dulu sukses mempercepat pemulihan Aceh dan Nias,” jelasnya.

Danang menambahkan, BRR Aceh-Nias pernah menjadi contoh keberhasilan tata kelola rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana besar, karena memiliki kewenangan khusus, kepemimpinan fokus, serta kapasitas eksekusi yang kuat.

Ia juga meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) melakukan pemetaan komprehensif terkait kerusakan permukiman, infrastruktur dasar, dan kesiapan pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Data tersebut harus menjadi dasar objektif sebelum pemerintah mengambil keputusan strategis.

Selain itu, Danang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Pemulihan pasca bencana tidak hanya soal membangun rumah atau infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologis warga,” tegasnya.

Dengan dorongan ini, Danang berharap pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan terkoordinasi, sehingga proses pemulihan pasca bencana di Sumatera berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp