Search
Close this search box.

Politisi Partai Gerindra, Nuroji: ‘Quality Tourism’ Harus Ditopang dengan Kecakapan SDM di Bidang Pariwisata

Komisi X DPR Ri melakukan Kunjungan Kerja Legislasi Panja RUU Kepariwisataan ke Politeknik Pariwisata, Denpasar, Bali. Kunjungan kerja ini disambut baik oleh Direktur Politeknik Pariwisata Bali beserta jajarannya beserta pemangku kepentingan lainnya di bidang pariwisata.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji menerangkan bahwa kunjungan kerja ini dalam rangka menyerap aspirasi terkait kepariwisataan. Dengan demikian, adanya revisi Undang-Undang Kepariwisataan ini diharapkan bisa menjangkau teknologi untuk meningkatkan pariwisata jangka panjang.

“Sebagai contoh perkembangan yang terdahulu hingga sekarang, dulu wisata konvensional hanya dengan melihat brosur atau iklan di koran, (Tetapi) dengan adanya perkembangan zaman beralih ke media sosia, promosi-promosi pariwisata sudah melalui digital. Termasuk yang paling canggih mempromosikan melalui virtual reality,” ungkap Nuroji di Denpasar, Bali, Jumat (28/6/2024).

Legislator Partai Gerindra ini juga menyoroti kecakapan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata, apakah para pekerja yang berprofesi di bidang pariwisata memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai atau tidak.

Hal ini sangatlah penting, bilamana SDM yang terjun di bidang pariwisata sudah mantap atau mapan atas pendidikan dan profesinya. Dengan peningkatan SDM ini, dapat menunjang kemajuan pariwisata salah satunya menentukan kualitas dari wisata (quality tourism).

“Kalau kita menginginkan quality tourism, maka sumber daya manusia (SDM) harus dikuatkan. Sehingga, wisatawan luar maupun lokal benar-benar bisa merasakan kenyamanan sehingga mampu berkunjung kembali, adanya perbaikan kualitas wisata yang ditawarkan akan menjadi destinasi wisata di Indonesia berkembang lebih jauh dan dikenal,” ujar Politisi Partai Gerindra tersebut.

Nuroji juga melanjutkan dan berpesan kepada perguruan tinggi khususnya yang berkaitan dengan kepariwisataan. Hal ini penting, karena bisa disinergikan antara kampus dengan industri pariwisata secara langsung.

“Harus ada upaya kampus melakukan kerja sama di bidang industri guna menempatkan lulusan terbaiknya bekerja sesuai bidang kepariwisataan dan mampu memberikan pelayanan yang mumpuni,” lanjut Nuroji.

Facebook
Twitter
WhatsApp