Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Khilmi, menyoroti maraknya anak, cucu, hingga cicit BUMN yang terus merugi tanpa arah yang jelas. Padahal, menurutnya, seluruh turunan BUMN seharusnya menopang kinerja induk perusahaan, bukan justru menjadi beban.
“Yang saya lihat, banyak cicit dan cucu BUMN tidak pernah serius mencari keuntungan. Rugi tidak apa-apa, asal dapat gaji. Ada yang rugi ratusan miliar, bahkan sampai Rp200 miliar,” tegas Khilmi saat RDPU Komisi VI DPR RI dengan pakar terkait masukan RUU Perubahan keempat UU BUMN, Jumat (26/9/2025).
Ia mengingatkan, BUMN awalnya dibentuk sebagai agen pembangunan, namun kini justru melahirkan banyak anak usaha tanpa kejelasan izin maupun tujuan.
“Banyak cucu dan cicit BUMN yang merugi. Pertanyaannya, apakah kerugian itu termasuk kerugian negara? Selama ini kita tidak pernah tahu. Kalau rugi, ya sudah diam saja, tidak ada proses hukum,” ujarnya.
Untuk itu, Khilmi meminta para pakar hukum memberi pencerahan agar BUMN bisa kembali ke tujuan awalnya sebagai agen pembangunan.