Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad

Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat harus dijadikan momentum untuk memperkuat industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Menurutnya, salah satu faktor yang membuat rupiah rentan terhadap gejolak eksternal adalah masih tingginya ketergantungan sektor industri nasional terhadap bahan baku dan produk impor. Karena itu, pemerintah perlu mempercepat program substitusi impor, khususnya di sektor manufaktur.

“Percepatan substitusi produk impor terhadap industri manufaktur kita. Dengan percepatan ini maka komponen impor akan mengalami penurunan,” ujar Kamrussamad di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, pengurangan ketergantungan impor tidak hanya menghemat devisa, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi nasional. Dengan semakin banyak kebutuhan industri yang dipenuhi dari dalam negeri, tekanan terhadap permintaan valuta asing dapat berkurang sehingga turut membantu menjaga stabilitas rupiah.

Selain memperkuat industri nasional, Kamrussamad juga mendorong peningkatan ekspor. Menurutnya, pelemahan rupiah dapat menjadi peluang bagi produk Indonesia untuk lebih kompetitif di pasar internasional karena biaya produksi domestik relatif lebih rendah.

“Ini harus dimanfaatkan terutama untuk sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan,” ucap politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Namun, ia menyoroti bahwa ekspor dari sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan justru mengalami penurunan pada awal 2026. Padahal, sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar sebagai sumber devisa sekaligus penyerap tenaga kerja.

Karena itu, Kamrussamad meminta pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap penguatan sektor-sektor produktif agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional terus meningkat.

Disisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional dengan mengutamakan penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri terlebih dahulu, berwisata di dalam negeri, dan memperkuat ekosistem ekonomi lokal kita,” katanya.

Kamrussamad menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi global. Dengan industri yang kuat, ekspor yang meningkat, dan dukungan terhadap produk lokal, Indonesia akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan tahan terhadap berbagai gejolak eksternal.

“Kalau industri dalam negeri kuat, ekspor meningkat, dan masyarakat mendukung produk lokal, maka ekonomi kita akan lebih tahan terhadap tekanan terhadap rupiah,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp