Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati, menekankan pentingnya memasukkan pendidikan pariwisata ke dalam kurikulum pendidikan dasar. Hal ini disampaikannya dalam rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Menurut Rahmawati, pembelajaran mengenai pariwisata seharusnya tidak hanya diajarkan di perguruan tinggi atau sekolah kejuruan, tetapi juga diperkenalkan sejak pendidikan dasar. Langkah ini, katanya, penting untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak terhadap potensi wisata daerah mereka sejak dini.
“Pendidikan pariwisata yang baru dimulai di perguruan tinggi atau sekolah kejuruan sering kali sudah terlambat. Daya pikir anak-anak sudah terarah ke bidang lain, dan banyak yang kurang memahami potensi daerahnya sendiri. Mengapa tidak kita masukkan pendidikan pariwisata ke dalam kurikulum dasar, seperti halnya bahasa daerah? Dengan demikian, anak-anak bisa lebih mengenal daerah mereka sejak dini,” ujar Rahmawati, Rabu (12/3/2025).
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman terhadap potensi wisata daerah sejak dini dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap budaya serta keindahan alam Indonesia, yang sejalan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat akan keberlanjutan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Komisi VII DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. RUU ini merupakan usul inisiatif DPR yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025.
Rahmawati berharap perubahan undang-undang ini tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi sektor pariwisata, tetapi juga menjadi momentum untuk memajukan industri pariwisata nasional. Ia optimistis sektor pariwisata dapat menjadi pilar utama perekonomian dan menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Saya berharap perubahan undang-undang ini dapat memperkuat pengelolaan pariwisata yang lebih maju, berkelanjutan, dan berpihak pada kearifan lokal. Dengan demikian, Indonesia bisa semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan dunia yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakatnya,” pungkas Rahmawati.