Kondisi bencana membuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu prioritas di lokasi pengungsian. Selain makanan, pakaian, obat-obatan, dan tempat berlindung, kebutuhan khusus perempuan terkait menstruasi dan kebersihan juga perlu mendapat perhatian.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Wardatul Asriah, menilai kebutuhan perempuan masih kerap luput dalam penyaluran bantuan bagi korban bencana. Padahal, kebutuhan tersebut tetap ada meski perempuan berada dalam situasi darurat dan serba terbatas.
“Kita lihat kan kalau ada bantuan bencana itu sembako, lalu untuk bayi, obat-obatan. Padahal menurut saya ada kebutuhan perempuan yang tidak bisa dibilang tidak penting, yaitu kebutuhan saat perempuan menstruasi,” ujar Wardatul usai kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Malang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
Srikandi Fraksi Partai Gerindra itu meminta kebutuhan khusus perempuan dimasukkan dalam daftar bantuan dasar bagi korban bencana. Menurutnya, barang seperti pembalut dan pakaian dalam masih sering terlewat dalam pemenuhan kebutuhan pengungsi.
“Nah ini juga perlu diperhatikan untuk bisa dibantu kebutuhan untuk itu seperti pembalut, karena selama ini yang saya tahu sedikit terlewat,” tuturnya.
Selain kebutuhan menstruasi, Wardatul menekankan pentingnya menjaga higienitas perempuan selama berada di pengungsian. Kebersihan diri dan lingkungan perlu diperhatikan untuk mengurangi resiko munculnya penyakit di tengah kondisi tempat pengungsian yang terbatas.
Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan toilet dan kamar mandi yang aman serta nyaman. Menurutnya, fasilitas sanitasi tidak harus selalu dipisahkan secara khusus untuk perempuan, tetapi tetap perlu memberikan ruang privasi yang memadai.
“Toilet dan kamar mandi juga diperhatikan. Memang tidak perlu ada kamar mandi khusus perempuan, tapi diharap tetap memberikan sedikit ruang nyaman,” katanya.
Wardatul menegaskan, pemenuhan kebutuhan perempuan di pengungsian bukanlah bentuk pemberian fasilitas berlebihan. Di tengah situasi bencana yang jauh dari kondisi ideal, ketersediaan pembalut, pakaian dalam, kebersihan, dan sanitasi yang layak merupakan bagian penting dari perlindungan dan pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana.