Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, turun langsung menemui warga yang mengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi selama berada di pengungsian.
Pejuang Politik Gerindra itu mendatangi Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Di lokasi, ia melihat langsung kondisi pengungsi dan berdialog dengan warga terkait berbagai kebutuhan yang masih diperlukan.
Sebanyak 207 keluarga atau sekitar 650 jiwa dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, harus meninggalkan rumah dan sementara waktu bertahan di posko pengungsian.
“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kami harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ade Jona, Senin (7/9/2026).
Didampingi jajaran DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona juga menyerahkan bantuan berupa sembako dan masker kepada para pengungsi. Dari hasil dialog, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, diantaranya tempat tidur yang lebih layak serta pasokan listrik di lokasi pengungsian.
“Dari dialog bersama masyarakat, salah satu kebutuhan yang disampaikan adalah tempat tidur yang lebih layak. Warga juga mengeluhkan pasokan listrik yang sempat mengalami kendala di lokasi pengungsian,” jelasnya.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Ade Jona memastikan bantuan kasur segera dikirimkan. Ia juga berkoordinasi dengan PLN agar pasokan listrik di posko tetap tersedia untuk menunjang kebutuhan warga.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat yang masih bertahan di pengungsian mendapatkan fasilitas yang memadai, khususnya anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.
Usai menemui pengungsi, Ade Jona melanjutkan kunjungan dengan bertemu Bupati Karo beserta jajaran pemerintah daerah. Pertemuan membahas perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, kondisi masyarakat terdampak, serta kesiapan kebutuhan selama masa tanggap darurat.
“Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur terkait terus melakukan penanganan serta memantau perkembangan Gunung Sinabung dan kondisi masyarakat di lokasi pengungsian,” paparnya.