Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Orizah Santifa

Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, selama hampir tiga bulan terakhir. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan air layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Orizah Santifa, turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah desa terdampak kekeringan.

Salah satu titik distribusi berada di Desa Bentar, Kecamatan Salem. Wilayah ini menjadi salah satu daerah yang rutin mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau.

Orizah mengatakan, distribusi air dilakukan menggunakan empat armada pribadi yang telah dimodifikasi dengan tangki penampungan. Setiap armada mampu membawa hingga 4.000 liter air bersih dalam sekali pengiriman.

“Kami mengerahkan empat unit armada pribadi yang keliling nonstop ke desa-desa terdampak, setiap pengiriman diangkut 4.000 liter air bersih,” kata Orizah saat memimpin pendistribusian air di Desa Bentar, Rabu (2/9/2026).

Distribusi tersebut telah berlangsung selama dua pekan dengan menyasar desa-desa yang membutuhkan. Pasokan air diambil dari mata air alami Cibunut di Desa Gunung Lara, yang berjarak sekitar empat kilometer dari Desa Bentar.

Menurut Orizah, pemanfaatan sumber air lokal membuat distribusi lebih cepat dibandingkan mendatangkan air dari luar daerah. Sebelumnya, pasokan air diambil dari Bumijawa dengan waktu tempuh hingga tiga sampai empat jam untuk sekali pengiriman.

“Dulu di tahun pertama kita ambil dari Bumijawa memakan waktu 3 sampai 4 jam sekali kirim jadi kurang maksimal, makanya sekarang kita manfaatkan mata air lokal Salem,” terangnya.

Meski demikian, Orizah menegaskan distribusi air bersih hanya menjadi solusi sementara. Ia mendorong adanya penanganan jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan setiap musim kemarau.

Srikandi Gerindra itu berharap Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Brebes melakukan pemetaan titik pengeboran sumur dalam serta membangun tandon penampungan air berskala besar di wilayah rawan kekeringan.

“Untuk jangka panjang saya berharap dapat mendorong pembangunan infrastruktur seperti pengeboran dan tandon penampungan air, sehingga warga tidak kesulitan saat kemarau,” ungkap Orizah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur air bersih diperlukan sebagai solusi berkelanjutan agar ketersediaan air bagi warga Salem tetap terjaga dan ketergantungan terhadap distribusi bantuan dapat dikurangi setiap musim kemarau.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp