Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya memperkuat penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), mulai dari proses produksi hingga produk sampai ke tangan konsumen. Menurutnya, standardisasi berperan penting dalam menjamin mutu produk, melindungi keselamatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Ia menilai Badan Standardisasi Nasional (BSN) memiliki peran strategis dalam memastikan keamanan dan kualitas berbagai produk yang digunakan masyarakat. Namun, peran tersebut dinilai belum diimbangi dengan dukungan anggaran yang memadai.

“Ada pandangan BSN dianggap tidak terlalu penting. Sehingga anggarannya itu cuma Rp170 miliar. Jadi ini menurut saya sangat parah. Padahal ini sangat menentukan keselamatan, keamanan daripada semua produk yang digunakan oleh masyarakat,” ujar Bambang dalam RDPU Komisi VII DPR RI bersama para pakar di Ruang Rapat Komisi VII, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Legislator Fraksi Partai Gerindra tersebut mencontohkan penerapan standar pada produk pangan yang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi oleh petani dan nelayan, proses distribusi, hingga pemasaran.

Menurutnya, kualitas pangan dapat menurun apabila proses distribusi tidak memenuhi standar, seperti minimnya penggunaan kendaraan berpendingin dan fasilitas cold storage.

“Kalau pangan ini dimulai dari yang pertama turunnya dari pertanian atau nelayan. Gimana mutu daripada produk itu? Terus distributor. Pada saat mendistribusikan, bagaimana tingkat kerusakan akibat distribusi yang di sini tidak ada mobil box, cold storage, dan sebagainya. Sehingga mereka bawa barang itu kualitasnya jadi buruk,” jelasnya.

Bambang juga menyoroti praktik penanganan pangan di sejumlah pasar tradisional yang dinilai belum memenuhi standar. Ia mencontohkan produk ayam yang dibiarkan tergantung selama berjam-jam sebelum dijual kepada konsumen.

“Sayangkan, Pak, ayam digantung selama enam jam. Dan ini ada di pasar tradisional yang sudah berstandarisasi SNI,” katanya.

Karena itu, Bambang mendorong agar standardisasi tidak hanya diterapkan pada produk, tetapi juga mencakup pengelolaan pasar tradisional di seluruh Indonesia. Menurutnya, pasar yang memenuhi standar dapat membantu menjaga kualitas produk hingga sampai ke konsumen.

Selain pangan, ia menilai penerapan SNI juga penting terhadap berbagai produk yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, seperti helm dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Bambang berharap pemerintah memberikan dukungan anggaran yang lebih memadai kepada BSN agar penguatan standardisasi nasional dapat berjalan optimal dan tidak sekadar bersifat formalitas.

“Berapa sih sebenarnya anggaran yang paling pantas diterima oleh BSN untuk bisa mengantisipasi ini? Jadi jangan setengah-setengah sehingga nantinya hanya bersifat pokoknya ada BSN ini atau SNI,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp