Anggaran negara yang dialokasikan kepada PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) harus dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja terdidik, khususnya para peserta magang. Untuk memastikan hal tersebut, Komisi IX DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunsfik) ke Pusri guna mengawasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi.
Ketua Tim Kunsfik, Sri Meliyana, menyatakan bahwa program pemagangan merupakan langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Di Palembang, tercatat sebanyak 10 perusahaan telah menampung 184 peserta magang nasional.
“Kunjungan kali ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perusahaan penerima magang, Kementerian Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, Apindo, hingga Serikat Pekerja Pusri. Dari sini kita bisa melihat bahwa dibutuhkan kerja sama yang kuat untuk menyukseskan program ini,” ujar Sri Meliyana di sela peninjauan, Jumat (17/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari efektivitas sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, dinas ketenagakerjaan daerah, serta perusahaan menjadi kunci utama.
“Melalui kerja sama ini, kita mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana proses magang dijalankan, diawasi, hingga ditingkatkan kualitasnya ke depan,” tambah legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Kunjungan ini juga menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi peserta magang melalui BPJS Ketenagakerjaan, guna memastikan keamanan dan jaminan selama proses pelatihan kerja berlangsung.