Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan dan fasilitas di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, milik Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu disampaikan usai melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX ke RSJ Grhasia, Sleman, Kamis (6/11/2025).
“Kami mengunjungi RSJ Grhasia yang menangani pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) milik Pemprov DIY. Di sini kami melihat fasilitas dan pelayanannya cukup baik, mulai dari IGD hingga rawat inap. Tenaga dokter, psikiater, dan psikolognya juga lengkap,” ujar Nuroji.
Menurutnya, layanan kesehatan jiwa di Yogyakarta tergolong baik dibandingkan daerah lain. Hampir setiap rumah sakit di tingkat kabupaten telah memiliki tenaga psikolog, yang menjadi keunggulan tersendiri. Namun, Nuroji menilai masih ada sejumlah catatan, terutama terkait alat kesehatan yang sudah berusia tua.
“Beberapa alat laboratorium dan radiologi perlu diperbarui. Ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat, mungkin melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau bentuk bantuan lainnya,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Ia menambahkan, karena RSJ Grhasia berstatus Badan Layanan Umum (BLU), anggaran rumah sakit hanya dapat digunakan untuk pembiayaan operasional, bukan investasi pengadaan alat baru. Meski demikian, ia menilai pelayanan RSJ Grhasia sudah optimal, dengan tingkat hunian pasien ODGJ mencapai 40 persen.
Selain itu, Nuroji juga mengapresiasi inovasi digital RSJ Grhasia yang menghadirkan layanan konsultasi kesehatan jiwa secara daring. Ia menilai terobosan ini penting untuk memperluas akses masyarakat dan mendeteksi gangguan mental sejak dini.
“Tadi saya sempat mencoba aplikasinya. Masih ada beberapa hal yang perlu disempurnakan, tapi ini langkah bagus agar tidak semua pasien harus datang langsung ke rumah sakit,” tuturnya.
Legislator asal Dapil Jawa Barat VI itu menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental, karena banyak orang tidak menyadari gejala gangguan ringan seperti stres, depresi, atau kecemasan.
“Gangguan ringan sering tidak disadari, padahal itu sudah gejala awal penyakit jiwa. Sekarang banyak faktor yang bisa memicu, seperti tekanan hidup dan kecemasan. Karena itu, selain memeriksa kesehatan fisik, perlu juga skrining kesehatan mental,” pungkasnya.
Melalui kunjungan ini, Komisi IX DPR RI berharap RSJ Grhasia terus memperkuat layanan dan fasilitasnya, serta menjadi contoh pengembangan layanan kesehatan jiwa terpadu di Indonesia.