Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti dugaan pengaruh media sosial terhadap insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara yang menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka. Ia mengimbau agar pihak sekolah lebih aktif memberikan edukasi dan peringatan kepada siswa untuk berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di dunia maya.
“Antara lain mungkin tadi karena pengaruh yang dilihat di media-media sosial,” ujar Dasco usai meninjau para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (27/11/2025).
Dari hasil peninjauan, Dasco menyampaikan bahwa pelaku diduga merupakan siswa berusia 17 tahun. Namun, ia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut terkait motif maupun kronologi peristiwa tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
“Soal ini biar nanti pihak yang berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan ke rekan media,” kata politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Sebelumnya, salah satu siswa kelas XI SMAN 72 berinisial S menuturkan bahwa bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di area masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang kerap menjadi korban perundungan (bullying).
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” ujar S.
Menurut kesaksian tersebut, ledakan terjadi sesaat setelah khutbah Jumat selesai, tepat sebelum iqomah dikumandangkan. Dentuman keras memicu kepanikan di antara siswa dan jamaah yang berada di masjid sekolah.
Sementara itu, Polda Metro Jaya melaporkan perkembangan terkini kondisi para korban. Dari total 54 siswa yang sempat dirawat, 21 di antaranya telah dipulangkan, sementara 33 lainnya masih menjalani perawatan medis.
“Dari 54 siswa, 27 berada di RS Islam Jakarta dan 6 di RS Yarsi. Kini tersisa 33 orang yang masih dirawat, sementara 21 sudah pulang dalam kondisi baik,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Beberapa korban dilaporkan mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran akibat ledakan yang terjadi di masjid sekolah. Polisi berharap seluruh siswa segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.