Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Rocky Candra, melakukan kunjungan kerja reses ke Perum Bulog Kanwil Jambi, Selasa (14/10/2025), untuk meninjau kesiapan Bulog mendukung program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan menjaga stabilitas pasokan pangan di Provinsi Jambi.
“Kunjungan ini bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap BUMN pangan strategis. Kami ingin memastikan program pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional berjalan efektif hingga daerah,” ujar Rocky.
Kepala Kanwil Bulog Jambi, Ali Ahmad Bajih Amsari, melaporkan stok beras per Oktober 2025 mencapai 13.230 ton, terdiri dari 12.739 ton CBP dan 491 ton beras komersial. Stok pangan lain juga aman: jagung 122 ton, gula 38 ribu ton, minyak goreng 160 ribu liter, dan tepung terigu 1,7 ton. Bulog Jambi memiliki kapasitas gudang total 21.500 ton yang tersebar di lima wilayah dan didukung 71 SDM aktif.
Ali menambahkan, Bulog Jambi terus memperkuat distribusi melalui kerja sama dengan koperasi, distributor, dan pemerintah daerah, serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat pasokan bahan pokok ke dapur SPPG di sejumlah kabupaten dan kota.
Rocky mengapresiasi capaian Bulog Jambi yang dinilai solid dalam menjaga stok dan harga pangan di tengah dinamika pasokan nasional.
“Penyaluran tepat waktu, stok aman, distribusi lancar ini bukti nyata peran Bulog menjaga ketahanan pangan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menegaskan akan mengawal sejumlah usulan strategis Bulog, seperti revitalisasi gudang pangan, penambahan Dryer dan RMU, serta pembangunan gudang baru di beberapa wilayah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal beras, tapi juga soal logistik dan penyimpanan yang efisien,” tegasnya.
Menariknya, Bulog Jambi menempati posisi ke-2 nasional dalam realisasi penyaluran beras SPHP dan telah menyalurkan bantuan pangan 100 persen dari pagu Juli–Oktober 2025.
“Bulog Jambi bukan hanya menjaga stok, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal lewat serapan gabah petani,” tambah Rocky.
“Saya bangga dengan kinerja Bulog Jambi. Dengan dukungan kebijakan dan infrastruktur modern, Bulog akan tetap jadi garda depan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.