Harga beberapa komoditas pangan pokok masih mengalami kenaikan pasca Idul Adha. Dalam inspeksi yang dilakukan sehari setelah Hari Raya (H+1), Anggota DPR Komisi XI RI, Annisa Mahesa, mencatat adanya kenaikan harga pada daging ayam, cabai, dan bawang dibandingkan pekan sebelumnya.
“Kondisi seperti ini memang sering terjadi menjelang dan sesudah hari besar keagamaan. Ini termasuk fenomena inflasi musiman atau seasonal inflation,” ujar Annisa saat mengunjungi Pasar Rau, Kota Serang, Sabtu (7/5/2025).
Menurut para pedagang yang ditemui di lapangan, kenaikan harga ini disebabkan oleh terganggunya distribusi selama libur panjang, pengurangan jadwal pengiriman, spekulasi harga oleh distributor, serta meningkatnya permintaan menjelang hari raya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Annisa mendorong pemerintah agar mempertimbangkan subsidi transportasi pangan dan komoditas penting. Salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan adalah penyediaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) bagi distributor.
“Dengan adanya penyimpanan dingin, kualitas bahan pangan tetap terjaga, dan distribusi bisa berjalan lebih lancar, terutama saat libur panjang atau kondisi darurat,” jelasnya.
Annisa juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga, terutama di momen-momen keagamaan. Ia menyebut pasar murah sebagai salah satu solusi jangka pendek yang efektif.
Secara khusus, Annisa mengapresiasi langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon yang mengadakan Pasar Murah pada 6 Mei 2025.
“Ini langkah konkret yang bisa ditiru oleh daerah lain,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga memberi penghargaan kepada Gubernur Banten, Andra Soni, yang telah lebih dulu menggelar Pasar Murah menjelang Idul Fitri pada 26 Maret 2025. Menurut Annisa, pasar murah semacam ini mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif dan terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.