Komisi VIII DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Sosial pada Selasa (20/5/2025) untuk membahas sejumlah program strategis, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, M. Husni, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Menteri Sosial, yang ia sapa dengan sebutan “Gus Menteri”, dalam memprioritaskan pendidikan bagi masyarakat miskin.
“Saya melihat apa yang Gus Menteri lakukan seperti seekor burung kecil yang membawa air saat Nabi Ibrahim dibakar. Usahanya kecil, tapi penuh ketulusan,” ujarnya.
Namun, Husni juga menyoroti efektivitas program tersebut. Mengacu pada data bahwa 64,46 persen anak dari keluarga miskin berpotensi tetap hidup dalam kemiskinan, ia mempertanyakan apakah pembangunan 100 Sekolah Rakyat dalam setahun cukup untuk mengubah kondisi tersebut.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah investasi jangka panjang yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
“Semua negara maju memulai perubahan dari sektor pendidikan. Dampak program ini mungkin baru terasa 20 tahun lagi, tapi harus dimulai dari sekarang,” tandasnya.