Search
Close this search box.

Ramson Siagian Berharap Pertashop Juga Bisa Jual Pertalite

Legislator Partai Gerindra Ramson Siagian mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) memberi masukan ke Pertamina terkait larangan Pertashop menjual Pertalite. Sebab, jika Pertashop hanya menjual Pertamax maka akan sulit bagi Pertashop untuk bisa bertahan.

“Memang pertashop itu masalah di daerah daerah dan kecamatan, diharapkan BPH Migas memberikan masukan ke pertamina kalau pertashop hanya menjual pertamax akan sulit untuk survive. Sementara di sekitarnya masyarakat menggunakan pertalite jadi logika ekonomi nya sulit untuk survive (bertahan),” kata Ramson, Jakarta, Senin (27/5/2024).

Legislator Gerindra itu menerangkan, bahwa rakyat yang membuka pertashop merupakan rakyat kecil, yang dimana modalnya pun ada dari menjual sawah atau rumah untuk bisa membangun pertashop.

Selain itu, Ramson juga mempersoalkan data pertalite yang sudah hampir setengah tahun baru terealisasi hanya 9 juta kilo liter atau sekitar 31 Persen. Sedangkan kuota yang ada sejumlah 31,7 juta kilo liter. Dari situ terlihat, ada upaya dari operator untuk menaikan penjualan pertalite, supaya konsumen beralih ke pertamax.

“Jadi ini tugas dari BPH Migas untuk mengawasi, bukan hanya mengawasi penyalahgunaan dari sisi konsumen, tapi juga strategi operator. Artinya kalau kuotanya sudah 31,7 juta kilo liter pendistribusiannya sudah bener atau tidak untuk konsumen yang menggunakan pertalite, atau ada upaya menggeser konsumen yang menggunakan pertalite digeser dengan cara cara tertentu menggunakan pertamax,” terang Anggota Komisi VII DPR RI itu.

Baginya, hal itu sangat lah penting, karena kemampuan ekonomi masyarakat sekitar yang memerlukan energi minyak yang tentunya stratifikasi minyak dengan harga. Hal tersebut tentunya perlu diperhatikan oleh BPH Migas.

Facebook
Twitter
WhatsApp