Search
Close this search box.

Ahmad Muzani Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan dana bantuan kemanusiaan senilai Rp 500 juta kepada Baznas. Dana bantuan ini didapat dari hasil lelang sapi miliknya jenis Limosin seberat 1.165 kg.

Penyerahan dana bantuan itu langsung diserahkan oleh pemenang lelang yaitu H Kamir kepada Wakil Ketua Baznas, Mokhamad Mahdum. Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM), Fadli Zon juga hadir menyaksikan penyerahan dana bantuan kemanusiaan ini mewakili masyarakat Sumatera Barat.

“Hari ini agendanya menyerahkan dana hasil lelang sapi yang kami miliki, yang seluruh dana lelangnya akan diserahkan ke Sumatera Barat sebagai bantuan tanggap darurat di Sumatera Barat. Alhamdulillah uang itu sudah ditransfer oleh pemenang lelang, Pak Kamir, ini orangnya, kepada rekening Baznas dan hari ini adalah penyerahan formalnya,” ucap Muzani, Senin (27/5/2025).

Wakil Ketua MPR RI itu menyatakan dana bantuan ini memang tidak seberapa. Tetapi, insyaallah dapat meringankan beban masyarakat Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Bukittinggi yang terdampak bencana cukup parah.

“Dari laporan teman-teman Baznas bahwa untuk kebutuhan makan bagi tanggap darurat sudah mencukupi. Tapi yang diperlukan itu adalah normalisasi prasarana untuk membangun atau menghubungkan kembali infrastruktur yang diperlukan. Dari beliau cerita kepada saya, misalnya tentara dan aparat kepolisian sedang merencanakan untuk membangun jembatan yang terputus,” tutur Muzani.

“Kemudian sekolah-sekolah harus sudah mulai dihidupkan kembali. Masjid-masjid juga sudah mulai dibersihkan, dan seterusnya. Itu juga yang diperlukan ada alat berat dan seterusnya,” tambah Sekjen Gerindra itu.

Sementara itu, Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum mengucapkan terimakasih kepada Ahmad Muzani yang telah memberikan bantuan kemanusiaan melalui Baznas kepada korban bencana lahar dingin di Sumatera Barat.

“Banyak buruh tani dan masyarakat yang perlu kerja lagi dan mereka nggak bisa kerja karena terputus oleh sungai-sungai yang hancur, termasuk jembatannya. Yang kedua adalah rumah rumah yang sebagian yang terdampak tapi isinya saja seperti kasurnya hilang, perabotnya hilang, itu juga sangat dibutuhkan,” kata Mahdum.

Facebook
Twitter
WhatsApp