Anggota Komisi IV DPR RI, DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., melakukan monitoring pelaksanaan Program Bantuan Pangan Beras di Kabupaten Cianjur pada 4 September 2026 dan Kota Bogor pada 7 September 2026.
Monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan pangan pemerintah diterima masyarakat sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun ketepatan sasaran.
Dalam kunjungannya, Endang mengecek langsung timbangan dan kualitas beras yang disalurkan. Hasil pengecekan menunjukkan bantuan beras telah sesuai ketentuan, yakni 10 kilogram per karung. Kualitas beras juga dinilai baik, bersih, dan layak dikonsumsi.
Di Jawa Barat, Program Bantuan Pangan menjangkau 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Rinciannya, sebanyak 92.499 PBP berada di Kota Bogor dan 398.028 PBP di Kabupaten Cianjur.
Meski distribusi berjalan lancar, Endang menemukan persoalan pada akurasi data penerima. Masih terdapat warga yang secara ekonomi layak menerima bantuan, tetapi tidak terdaftar akibat ketidaksesuaian data desil dengan kondisi riil di lapangan. Sebaliknya, ada pula warga yang masuk dalam desil penerima bantuan, namun tidak mendapatkan barcode atau wesel untuk mengambil bantuan.
Endang juga menemukan perbedaan kualitas beras antara Bulog Cianjur dan Bulog Bogor. Menurutnya, kualitas beras di Cianjur lebih baik karena turut menyerap produksi petani lokal dan didukung potensi daerah sebagai salah satu lumbung pangan, termasuk varietas khas Pandan Wangi. Sementara beras yang disalurkan di Kota Bogor tetap dinilai layak konsumsi, meski kualitasnya belum sebaik yang ditemukan di Cianjur.
“Hasil monitoring kami menunjukkan kualitas beras dan kesesuaian timbangan sudah sangat baik. Namun, persoalan terbesar yang harus segera dibenahi adalah validitas data penerima. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru tidak memperoleh haknya hanya karena kesalahan pendataan,” tegas Endang, Senin (7/9/2026).
Sebagai tindak lanjut, Endang mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima melalui percepatan verifikasi dan validasi, sinkronisasi data antar kementerian dan lembaga, serta pelibatan pemerintah desa dan kelurahan.
Srikandi Gerindra itu juga mendorong penguatan mekanisme pengaduan masyarakat dan pemanfaatan sistem digital untuk memperbarui data secara berkala dan lebih akurat.
Khusus untuk Kabupaten Cianjur, Endang mengusulkan pembangunan gudang Bulog baru di wilayah Cianjur Selatan. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat mendukung penyerapan hasil panen petani sekaligus memperlancar distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
Endang menegaskan, Program Bantuan Pangan merupakan instrumen penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus melindungi masyarakat rentan. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kelancaran distribusi, tetapi juga memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang paling membutuhkan.