Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana, mendorong seluruh pemangku kepentingan bersama pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia meminta penanganan dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi agar kebakaran serta dampak kabut asap tidak semakin meluas.
Mariana mengatakan kondisi di sejumlah wilayah Kalsel semakin memprihatinkan akibat meluasnya titik kebakaran dan kabut asap. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar lokasi terdampak.
“Petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan sudah berjibaku siang-malam. Bahkan, beberapa hari terakhir api mulai mendekati permukiman penduduk,” ujar Mariana, Jumat (21/8/2026).
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalsel itu menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap juga harus menjadi perhatian.
Karena itu, Mariana meminta pemerintah daerah dan instansi terkait memperkuat koordinasi untuk memastikan kebutuhan penanganan di lapangan terpenuhi. Tambahan personel, peralatan, dan logistik diperlukan, terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.
Ia juga mengapresiasi kerja keras personel BPBD, TNI, Polri, serta para relawan yang terus melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla di berbagai titik. Menurutnya, dedikasi para petugas di lapangan perlu didukung dengan penambahan sumber daya agar penanganan dapat berjalan lebih maksimal.
“Penanganan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi. Dukungan fasilitas, penambahan kekuatan personel, serta strategi penanggulangan di lapangan perlu terus diperkuat agar penyebaran api dapat segera dikendalikan,” tegasnya.
Srikandi Gerindra itu menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Sinergi antar instansi diperlukan agar seluruh upaya pemadaman, pencegahan, hingga perlindungan masyarakat dapat berjalan secara bersamaan.
Selain pemadaman, ia meminta masyarakat yang terdampak kabut asap mendapatkan layanan kesehatan yang mudah diakses. Edukasi mengenai pencegahan gangguan pernapasan serta ketersediaan alat pelindung diri, seperti masker, juga perlu diperkuat di wilayah terdampak.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Dengan kerja sama seluruh pihak, saya yakin penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat dapat diminimalkan,” pungkas Mariana.