Keberhasilan penerapan embarkasi berbasis hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai dapat menjadi model penyelenggaraan ibadah haji bagi daerah lain yang akan membuka embarkasi baru. Selain meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah, konsep tersebut juga dinilai lebih efisien karena tidak memerlukan pembangunan asrama haji baru yang membutuhkan anggaran besar.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, M. Husni, usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Menurut Husni, pelaksanaan embarkasi berbasis hotel di Yogyakarta telah berjalan dengan baik dan layak dijadikan referensi bagi daerah yang berencana membuka embarkasi haji di masa mendatang.
“Kita mengapresiasi kerja Kementerian Haji di Yogyakarta yang melakukan embarkasi berbasis hotel. Secara umum kita lihat berhasil dan ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain yang akan membuka embarkasi baru,” ujar Husni di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menilai konsep tersebut merupakan solusi yang lebih efektif dibandingkan membangun asrama haji baru. Dengan memanfaatkan hotel yang tersedia di sekitar bandara, pemerintah dapat menghemat anggaran tanpa mengurangi kenyamanan pelayanan bagi calon jemaah.
“Untuk daerah yang akan membuka embarkasi baru, saya pikir cukup dengan melakukan embarkasi berbasis hotel. Ini jauh lebih murah dan tidak perlu membangun embarkasi atau asrama haji baru,” katanya.
Husni menjelaskan, kebutuhan embarkasi baru diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah jemaah haji Indonesia pada masa mendatang. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan model pelayanan yang efisien, adaptif, dan mudah diterapkan di berbagai daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya perencanaan pembangunan infrastruktur secara cermat agar tidak menghasilkan aset yang kurang termanfaatkan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah asrama haji di beberapa daerah yang pemanfaatannya belum optimal.
“Kita bisa melihat ada asrama haji yang pemanfaatannya belum optimal. Ini menjadi catatan bahwa kalau ada solusi yang lebih murah dan efisien, kenapa tidak kita manfaatkan,” ungkapnya.
Husni berharap konsep embarkasi berbasis hotel dapat dipertimbangkan sebagai salah satu model penyelenggaraan embarkasi haji baru di Indonesia. Selain mendukung efisiensi anggaran negara, konsep tersebut juga dinilai mampu mempercepat kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji di masa mendatang.