Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Pengembangan industri, investasi, dan kawasan permukiman dinilai perlu tetap memperhatikan keberlanjutan tata ruang, keberadaan ruang terbuka hijau, serta kawasan resapan air agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI ke Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten. Selain membahas potensi investasi dan penguatan ekonomi daerah, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah tantangan lingkungan yang muncul seiring pesatnya pembangunan di wilayah tersebut.
Anggota BKSAP DPR RI, Himmatul Aliyah, menyoroti kondisi sejumlah sungai dan danau di Kabupaten Tangerang yang dinilai semakin terdesak oleh aktivitas pembangunan. Menurutnya, berkurangnya kawasan resapan air berpotensi meningkatkan risiko banjir serta menurunkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
“Saya melihat banyak kawasan di sepanjang aliran sungai yang sudah terokupasi oleh pembangunan. Sungainya menjadi semakin menyempit dan hal ini berpotensi menyebabkan banjir. Danau-danau juga banyak yang diuruk untuk pembangunan perumahan, padahal keberadaan danau sangat penting sebagai sumber air dan kawasan resapan,” ujar Himmatul saat Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI di Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut juga mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk melakukan revitalisasi danau serta memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran tata ruang dan lingkungan. Menurutnya, ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air harus tetap dijaga di tengah tingginya aktivitas pembangunan.
“Saya sebagai warga Kelapa Dua berharap Danau Kelapa Dua dapat ditata kembali dan direvitalisasi. Selain itu, perlu pengawasan yang lebih kuat terhadap lahan-lahan yang diokupasi agar tidak muncul bangunan liar dan fungsi saluran air tetap terjaga,” katanya.
Himmatul juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan limbah secara modern serta berkelanjutan. Ia menilai berbagai hasil riset dan inovasi yang mampu mengubah sampah menjadi energi maupun pupuk perlu didorong untuk diterapkan secara lebih luas.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Target besar di tingkat nasional tidak akan tercapai tanpa fondasi yang kuat di daerah. Ketika berbicara tentang kawasan industri dan investasi yang mampu memenuhi standar global, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah yang memiliki peran strategis. Karena itu, pengalaman dan tantangan yang dihadapi daerah seperti ini sangat penting untuk menjadi bahan pembelajaran dan penyusunan kebijakan di tingkat nasional,” pungkasnya.