Presiden Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Forum ini menjadi ajang strategis untuk menyelaraskan visi dan arah kebijakan ekonomi nasional menuju tahun 2026.
Dalam pengantar pidatonya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah pada tahun pertama kepemimpinannya. Ia menilai berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kolaborasi tim yang solid dan patut dibanggakan.
“Semua pencapaian yang kita raih adalah hasil kerja keras seluruh tim. Di hadapan seluruh rakyat Indonesia, saya katakan tim yang saya pimpin adalah putra-putri terbaik bangsa. Saya melihat langsung dedikasi dan kesungguhan mereka,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan kinerja ekonomi nasional. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year mencapai 5,11 persen, ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat saat momentum Nataru dan aktivitas ekonomi lainnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen. Airlangga menggambarkan perekonomian Indonesia seperti pesawat yang siap lepas landas dalam dua tahun ke depan, dengan belanja pemerintah, investasi swasta, dan peran Danantara sebagai mesin penggerak yang harus berjalan harmonis.
Acara ini turut dihadiri para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Merah Putih, ekonom, dan akademisi. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah menjaga optimisme ekonomi melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus memperkuat daya saing, meningkatkan investasi, dan membuka lapangan kerja berkualitas.