Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti rendahnya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat di Indonesia. Dalam kunjungan kerja ke PT Batam Aero Technic (BAT), ia menegaskan bahwa sekitar 95 persen komponen untuk perawatan pesawat masih harus diimpor.

“Industri MRO sangat membutuhkan industri komponen. Saat ini 95 persen komponen masih didatangkan dari luar negeri. Ini tidak boleh terus terjadi. Kita harus bisa mandiri,” ujar Bambang usai pertemuan Komisi VII di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (21/11/2025).

Ia mencontohkan ekosistem MRO di Singapura yang didukung lebih dari 130 industri komponen, sehingga Changi menjadi pusat MRO yang kompetitif di kawasan. Menurutnya, konsep serupa bisa diterapkan di Bandara Hang Nadim yang memiliki lahan sekitar 1.700 hektare.

“Kita berharap model seperti di Changi dapat diinisiasi Kementerian Perindustrian. Hang Nadim punya potensi besar untuk dikembangkan,” jelas politisi Gerindra tersebut.

Selain penguatan industri komponen, Bambang menyoroti hambatan regulasi seperti kebutuhan pembebasan bea masuk komponen tertentu serta penataan regulasi tata ruang yang terkait zona keselamatan penerbangan.

“Regulasi yang tumpang tindih harus dibenahi agar industri MRO bisa berkembang optimal,” tegasnya.

Komisi VII DPR RI akan mendorong pemerintah, terutama Kementerian Perindustrian, untuk mempercepat pembangunan ekosistem industri komponen dalam negeri guna meningkatkan TKDN dan memperkuat daya saing nasional di sektor dirgantara.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp