Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menegaskan optimisme bahwa percepatan pemerataan fasilitas digital di sekolah-sekolah menjadi kunci peningkatan mutu pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa komitmen pemerintah terhadap transformasi digital harus diikuti langkah konkret, terutama untuk sekolah yang belum tersentuh sarana modern.

“Masih banyak sekolah yang tidak memiliki papan interaktif digital. Fasilitas yang ada saat ini belum memadai untuk mendukung pembelajaran,” ujar Himmatul saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR ke Balai Guru dan Tenaga Pendidikan (BGTK) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (19/11/2025).

Politisi Fraksi Gerindra ini menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pemenuhan perangkat digital secara bertahap. Menurutnya, janji tersebut harus segera direalisasikan agar kesenjangan kualitas layanan pendidikan dapat diminimalkan.

“Ini ucapan seorang Presiden. Tentu ada perhitungan anggaran, tapi harus ada kepastian agar sekolah tidak tertinggal,” kata Himmatul.

Selain sarana, Himmatul menyoroti aturan pendidikan lama yang masih memisahkan unit pendidikan berbasis kekhususan, termasuk lembaga keagamaan, sehingga akses terhadap fasilitas teknologi menjadi tidak merata.

“Aturannya masih seperti itu, apalagi kita sedang menuju penyempurnaan sistem melalui revisi UU Sisdiknas. Banyak sekolah terpisah dan tidak punya akses kuat terhadap fasilitas pendidikan yang memadai,” ujarnya.

Komisi X DPR mendorong agar seluruh pemerintah memperkuat pemerataan fasilitas, sekaligus menyeimbangkan kebutuhan pendidikan umum dan keagamaan.

“Kita tidak membedakan fasilitas, tapi bagaimana kebutuhan pendidikan bisa dipenuhi untuk semua. Kepentingan pendidikan dan keagamaan harus dibahas bersama,” tegasnya.

Srikandi Gerindra itu juga memastikan pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) terbuka untuk masukan dari masyarakat, guru, organisasi pendidikan, dan pemerintah daerah.

“Masukan dari Bapak-Ibu semua masih sangat dibutuhkan, bisa disampaikan langsung, tertulis, atau melalui kanal resmi Komisi X,” ucapnya.

Menutup pernyataan, Himmatul berharap percepatan pemerataan fasilitas digital, penyempurnaan regulasi, dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi fondasi kuat transformasi pendidikan nasional.

“Dengan pembangunan sistem baru, mudah-mudahan apa yang diharapkan Bapak-Ibu bisa terpenuhi. Kita ingin sistem pendidikan yang benar-benar meningkatkan kualitas sekolah di seluruh Indonesia,” pungkas Himmatul.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp