Komisi V DPR RI mendengarkan langsung sejumlah keluhan dari asosiasi sopir logistik dalam pertemuan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Kapoksi Komisi V Fraksi Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, menegaskan fraksinya siap mengawal aspirasi para pengemudi tersebut.

Danang menyampaikan, pengemudi logistik menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan uji kompetensi dan pelatihan, hingga perlindungan terkait jam kerja dan advokasi ketika menghadapi masalah hukum.

“Banyak saudara kita yang bekerja sebagai pengemudi logistik. Mereka berharap kehadiran pemerintah dan regulasi yang memperkuat posisi mereka,” ujar Danang.

Ia menambahkan, aspirasi ini sejalan dengan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Pertemuan turut dihadiri pimpinan DPR RI bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Sekretariat Negara, Asosiasi Pengemudi Independen (API), dan Asosiasi Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco menekankan perlunya dibentuk tim kecil lintas kementerian/lembaga untuk membahas lebih dalam aspirasi pengemudi logistik. Ia menyebut ada tiga poin hasil pertemuan yang akan segera didorong ke pemerintah:

  • Perpanjangan SIM B1 umum dan B2 umum tanpa biaya PNBP, mengingat jumlah sopir logistik yang relatif terbatas.
  • Program perumahan khusus bagi sopir logistik, karena 90 persen pengemudi belum dapat mengakses rumah subsidi.
  • Akses pendidikan bagi anak sopir logistik, melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang perguruan tinggi.

“Kami akan mendorong agar anak-anak driver logistik mendapat KIP kuliah dan PIP. Nanti akan diinventarisir oleh tim agar tepat sasaran,” ujar Dasco.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp