Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menggelar serap aspirasi publik terkait Rancangan Undang-Undang Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Senin (15/9/2025). Ketua Baleg DPR RI, Bob Hasan, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna dalam proses legislasi.
“Target utama kegiatan ini adalah memenuhi syarat partisipasi publik yang bermakna. Jadi, forum ini bukan sekadar rutinitas,” ujar Bob Hasan usai menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) penyerapan aspirasi yang digelar untuk menghimpun masukan, data, dan informasi dalam penyusunan Naskah Akademik serta RUU PIP.
Bob Hasan menekankan pentingnya keterbukaan dalam dialog. Ia mengapresiasi beragam pendapat mahasiswa, meskipun tidak semuanya menyentuh substansi. Menurutnya, hal itu tetap bernilai karena mencerminkan keberagaman cara pandang masyarakat.
“Itulah Pancasila yang universal dan menjadi milik bangsa. Pandangan mahasiswa menunjukkan bahwa Pancasila dihayati secara beragam,” ungkap politisi Fraksi Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, masukan yang diterima menunjukkan generasi muda ingin melihat Pancasila secara praksis, bukan sekadar konsep abstrak.
“Anak-anak muda hari ini ingin Pancasila yang relevan dengan realitas mereka, meski tetap penting memahami landasan filosofis, sejarah, dan sosiologisnya,” jelasnya.
Menurut Bob Hasan, pandangan mahasiswa yang dipengaruhi media sosial justru memperlihatkan dinamika penerapan nilai Pancasila di era digital.
“Demokrasi kita tetap berlandaskan Pancasila, bukan liberalisme tanpa batas. Demokrasi ada dalam sila ke-4 dan ke-5, namun dijaga oleh sila ke-1, 2, dan 3. Ideologi jangan dibuat rumit, cukup dipahami sebagai ide, gagasan, dan logika,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Edi Subowo, menilai aspirasi mahasiswa mencerminkan antusiasme generasi muda yang perlu terus dilibatkan dalam pembentukan kebijakan.
“Masukan mahasiswa sangat positif. Mereka bahkan berharap forum seperti ini lebih sering diadakan di kampus,” ujarnya.
Edi menambahkan, forum serap aspirasi ini penting untuk mengembalikan fokus pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kebangsaan.
“Sejak reformasi, nilai-nilai Pancasila mengalami pergeseran. Karena itu kita harus kembali meneguhkannya dalam setiap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.