Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, menegaskan bahwa Panitia Kerja (Panja) Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi kebijakan pemerintah. Komitmen ini juga disertai upaya menyerap aspirasi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX serta perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) di Sulawesi.

“Tujuannya adalah memperoleh masukan berupa data faktual serta permasalahan penyelenggaraan perguruan tinggi di luar Kemendikti-Saintek, khususnya terkait akreditasi dan sumber daya manusia (SDM) PTKL,” ujar La Tinro yang juga Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Panja PTKL Komisi X ke Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/9/2025).

Dalam pengawasan tersebut, Panja PTKL Komisi X DPR bersama Kemendikti-Saintek sepakat menata kembali penyelenggaraan PTKL secara menyeluruh. Evaluasi terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Nonkementerian menjadi perhatian utama.

“Harapannya, arah kebijakan ke depan dapat lebih terukur dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional,” lanjutnya.

Saat ini mayoritas PTKL masih berada di level akreditasi menengah. Hanya sebagian kecil yang meraih predikat Unggul atau A. Kualitas dosen juga dinilai terbatas, baik dari sisi kualifikasi akademik maupun produktivitas riset.

“Di PTKL, hanya 0,6 persen dosen yang berstatus guru besar. Jumlah lektor kepala maupun profesor juga masih sangat terbatas. Kondisi ini berdampak pada pengembangan kurikulum, riset, dan daya saing pendidikan tinggi kita,” jelas La Tinro.

Ia juga menyoroti ketimpangan mutu pendidikan tinggi secara nasional. Meski PTS mendominasi jumlah institusi, mayoritas hanya berstatus akreditasi Baik. Sementara itu, PTN, PTKL, dan Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) masih relatif sedikit yang berhasil meraih akreditasi tertinggi.

“Panja PTKL Komisi X DPR ingin memastikan kualitas SDM, kurikulum, serta riset di PTKL dapat ditingkatkan, sehingga keberadaannya benar-benar berkontribusi pada penguatan daya saing pendidikan tinggi nasional,” pungkas Politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp