Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menilai rangkaian pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan lembaga negara dan tokoh masyarakat pada 30–31 Agustus 2025 sebagai strategi penting menjaga stabilitas politik dan meredam gejolak demonstrasi di berbagai daerah.
Pertemuan di Istana Negara melibatkan Ketua MPR, DPR, DPD, serta pimpinan partai politik parlemen, setelah sehari sebelumnya presiden bertemu Kapolri, Panglima TNI, dan 16 organisasi masyarakat keagamaan di Hambalang, Jawa Barat.
“Rangkaian pertemuan ini menunjukkan presiden ingin mencari jalan keluar atas aksi massa yang meluas. Kehadiran pimpinan lembaga negara juga memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah,” ujar Sugiat.
Ia menilai presiden memahami kondisi publik yang mulai mendelegitimasi DPR dan Polri akibat maraknya aksi anarkis berupa perusakan kantor DPRD maupun kantor polisi. Karena itu, strategi memulihkan kepercayaan publik menjadi sangat mendesak.
Menurut Sugiat, Presiden Prabowo menegaskan komitmen menghormati kebebasan berpendapat sebagaimana diatur dalam ICCPR Pasal 19 dan UU No. 9 Tahun 1998. Namun, aksi anarkis seperti penjarahan, pembakaran fasilitas publik, dan kekerasan tetap harus ditindak tegas oleh TNI-Polri.
Legislator Gerindra itu juga menyinggung insiden meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, akibat tertabrak mobil Brimob, yang menimbulkan pro dan kontra.
“Presiden minta aparat mengedepankan sense of crisis: tegas, tapi tetap humanis agar masyarakat merasa terlindungi,” tegasnya.
Sugiat memperingatkan potensi konflik horizontal yang mulai mengemuka, termasuk seruan penjarahan rumah kelompok minoritas dan serangan ke kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani.
“Menteri Keuangan adalah wajah Indonesia di mata dunia. Serangan itu bisa berdampak pada kepercayaan investor dan stabilitas rupiah,” ungkapnya.
“Instruksi presiden kepada aparat keamanan bukan semata soal kekuasaan, tetapi peringatan bagi pihak-pihak yang menunggangi demonstrasi demi menciptakan kerusuhan. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas negara dan ketentraman rakyat Indonesia,” tutup Sugiat.