Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghentikan aktivitas tambang ilegal di Wasirawi, Papua Barat, selama masih ada pihak-pihak yang memberikan perlindungan terhadap kegiatan tersebut.
“Pemerintah daerah sudah berkali-kali melakukan manuver untuk menghentikan pertambangan, tapi tidak berhasil. Karena ada yang mem-backup, akhirnya mereka tetap jalan. Yang tidak sinkron ditangkap, sementara yang sinkron dibiarkan menambang hingga hari ini,” ujar Mandenas saat Kunjungan Kerja ke Wasirawi, Manokwari, Papua Barat, Jumat (22/8/2025).
Mandenas mengaku telah menerima laporan langsung dari Bupati dan Gubernur Papua Barat mengenai kesulitan menertibkan pertambangan ilegal tersebut.
“Saya sudah dengar keluhan besar dari Pak Bupati, bahkan sempat ramai di media sosial. Setelah saya konfirmasi dengan Pak Bupati dan Pak Gubernur, memang benar ada masalah besar di sini,” ungkap Anggota Komisi XIII DPR RI itu.
Ia menilai kondisi ini memperparah kerusakan lingkungan, mengingat lokasi tambang ilegal berada di kawasan pemukiman warga dan hutan lindung.
“Di sekitar lokasi yang sudah dihentikan pun terlihat hutan dan pinggiran sungai digali-gali. Ini jelas tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Mandenas menekankan bahwa pemerintah pusat harus segera turun tangan agar aktivitas tambang ilegal tidak semakin merugikan masyarakat dan merusak lingkungan di Papua.