Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat dari Fraksi Partai Gerindra, Yuliansyah, menyampaikan sejumlah poin penting saat menghadiri agenda reses bersama masyarakat dan tokoh daerah.

Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya kekompakan untuk memperkuat suara partai di tingkat DPRD provinsi hingga DPR RI, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berbasis koperasi di daerah.

Yuliansyah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih yang telah menjangkau lebih dari 2.143 desa dan kelurahan di Kalbar. Menurutnya, koperasi dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui akses pinjaman modal usaha mulai dari Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per koperasi desa atau kelurahan, tergantung jumlah anggota dan potensi wilayah.

“Dana tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman untuk modal kerja. Nantinya, koperasi akan didampingi tenaga ahli dari pusat, baik dalam pengelolaan usaha maupun manajemen keuangan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Usaha koperasi mencakup berbagai sektor, seperti penyediaan sembako, LPG, apotek, usaha perikanan, hingga pom bensin mini. Selain itu, koperasi juga akan menjalankan fungsi simpan pinjam.

“Bagi anggota yang punya uang, bisa menyimpan. Yang tidak punya, bisa meminjam untuk usaha,” tambahnya.

Yuliansyah mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan dan peredaran uang palsu. Meski Satgas khusus belum dibentuk, masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan dugaan peredaran uang palsu di wilayahnya.

“Hati-hati kalau ada yang menukar uang Rp100 juta menjadi Rp75 juta. Itu patut dicurigai. Jangan tergiur, karena kemungkinan uang tersebut bermasalah. Segera laporkan ke pihak berwenang,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi program Operasi Merah Putih untuk memperkuat cadangan pangan lokal, seperti beras dan jagung dari petani serta ikan dari nelayan. Koperasi akan menyiapkan gudang-gudang penampungan sebagai pusat distribusi bahan pangan strategis.

Selain itu, Yuliansyah mengingatkan bahwa simbol bendera organisasi atau koperasi boleh dikibarkan, tetapi tidak boleh melebihi atau dibanding-bandingkan dengan bendera Merah Putih.

Kehadiran Yuliansyah disambut antusias masyarakat dan pengurus koperasi desa. Ia berharap gerakan ekonomi akar rumput seperti Koperasi Merah Putih dapat menjadi instrumen nyata pemberdayaan rakyat di Kalimantan Barat.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp