Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, mengajak warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, untuk memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya untuk peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga sebagai peluang menggerakkan ekonomi lokal.

“Program ini pertama kali dijalankan di Indonesia sejak merdeka, meskipun sudah lebih dulu diterapkan di negara lain seperti Tiongkok,” kata Ade dalam Sosialisasi MBG di Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Kamis (19/6/2025).

Ia mencontohkan Tiongkok yang berhasil menjadi negara maju berkat investasi besar dalam peningkatan gizi anak-anak. Untuk menjalankan program MBG, menurutnya, dibutuhkan dapur masak dan pasokan bahan makanan yang bisa melibatkan masyarakat setempat sebagai pengelola dan penyedia bahan melalui koperasi atau yayasan.

“Setidaknya satu dapur MBG bisa menyerap puluhan tenaga kerja dari warga sekitar,” ungkapnya.

Saat ini, Padang Pariaman belum memiliki dapur MBG, dan Ade berharap pembangunan dapur bisa segera dimulai, terutama di Sungai Asam.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia membutuhkan waktu panjang, terutama dalam menyambut bonus demografi 2045. Program MBG, menurutnya, bisa meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus meringankan beban orang tua karena tak perlu lagi menyiapkan bekal anak ke sekolah.

Sementara itu, Tenaga Ahli Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Dedi Suprijadi, menjelaskan bahwa pendirian Koperasi Merah Putih menjadi bagian penting dari pelaksanaan MBG. Menurutnya, perputaran dana MBG di desa bisa mencapai puluhan juta rupiah per hari.

“Petani dan nelayan bisa menjual hasil panen dan tangkapan mereka ke koperasi, sehingga uang program MBG berputar di daerah,” ujarnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp