Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbelaka, mendesak pengusutan tuntas insiden penembakan oleh oknum anggota Brimob Polda Sulawesi Utara (Sulut) terhadap seorang warga di lokasi tambang emas ilegal Ratatotok, Minahasa Tenggara, pada Senin (10/3/2025) dini hari.

“Tindak tegas oknum pelaku penembakan,” tegas Martin, Selasa (11/3/2025).

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum Brimob dalam menjaga lokasi tambang ilegal dan meminta pihak berwenang untuk mengusut lebih lanjut.

“Ungkap juga pengusaha yang mempekerjakan aparat dalam aktivitas tambang ilegal,” tambahnya.

Legislator Gerindra itu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri untuk segera menertibkan tambang ilegal yang merugikan negara. Menurutnya, praktik tersebut merusak ekonomi dan lingkungan.

“Dampaknya besar, mulai dari kebocoran keuangan negara hingga kerusakan lingkungan yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda Sulut, Brigjen Bahagia Dachi, mengimbau masyarakat untuk menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian.

“Polda Sulut sudah ambil alih proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Hingga kini, kronologi lengkap insiden tersebut belum diungkapkan, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta-fakta terkait kejadian yang menewaskan seorang warga di lokasi tambang ilegal.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp