Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menilai program pengentasan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) belum efektif. Menurutnya, meski Kemensos mendapatkan anggaran besar bahkan pernah mencapai Rp 100 triliun hasilnya belum menunjukkan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan.

“Program yang ada saat ini hanya sekadar gono-gono dan tidak menyelesaikan masalah kemiskinan,” ujar Wachid dalam rapat kerja dengan Menteri Sosial di Ruang Rapat Komisi VIII, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Wachid menyoroti bahwa program bantuan sosial (bansos) yang ada tidak memberikan solusi jangka panjang. Ia meminta Kemensos untuk berinovasi dan merancang program yang lebih efektif, terutama untuk masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin.

“Bantuan seperti beras atau uang yang diberikan setiap bulan hanya memberikan bantuan sementara tanpa solusi permanen untuk keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi dan perbaikan program sosial agar manfaatnya lebih nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Program yang diberikan, menurutnya, harus mampu mendorong keluarga miskin untuk bangkit dan meningkatkan taraf hidup mereka.

Evaluasi mendalam terhadap penerima bansos dan dampak nyata dari program-program tersebut sangat diperlukan agar pengentasan kemiskinan tidak sekadar menjadi formalitas tanpa hasil yang berarti.

“Data kemiskinan harus dievaluasi kembali, apakah sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika tidak, maka perlu ada perubahan,” tegasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp