Search
Close this search box.

Abdul Haris Wakil Ketua DPRD Bontang Menilai BLT Rp 150 Ribu Perbulan Terlalu Kecil

Pemkot Bontang dalam waktu dekat akan menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT). Imbas kebijakan pemerintah pusat menaikkan harga BBM bersubsidi. Konon besaran yang bakal diterima tiap kepala keluarga (KK) yang sesuai ketentuan senilai Rp 150 ribu perbulan. Angka ini dipandang terlalu kecil.

Wakil Ketua DPRD Bontang Fraksi Gerindra Agus Haris mengatakan sejatinya besaran ini telah dibahas antara eksekutif dengan Banggar DPRD. Namun terdapat aturan dari pemerintah pusat bahwa besaran yakni dua persen dari alokasi dana transfer umum.

“Ini perlu ditinjau ulang terkait besarannya. Karena terlalu kecil. Rp 500 ribu per bulan pun sebenarnya masih kecil,” kata wakil rakyat yang akrab disapa AH ini.

Seharusnya kebijakan ini berdasarkan data kebutuhan masyarakat. Seiring dengan melonjaknya beberapa harga komoditas pangan. Tentunya perlu survei langsung. Ia menilai kebijakan pemberian BLT ini sangat tanggung. Padahal imbas kenaikan tarif BBM bersubsi ada keuntungan dari sektor tersebut.

“Seharusnya ada data berapa kebutuhan masyarakat tiap bulannya. Ada yang mendapatkan penghasilan tetap namun tak jarang yang sebulan itu ada yang tidak memperoleh penghasilan,” ucapnya.

Selain itu, Politikus Partai Gerindra ini meminta pemkot agar tidak salah dalam penyalurannya. Supaya kejadian pendistribusian BLT seperti sebelumnya tidak terulang. Seperti ada masyarakat yang dianggap mampu, justru memperoleh BLT. Tetapi mereka yang benar membutuhkan malah tidak kebagian.

“Jangan sampai tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp