Ketua DPD Gerindra Kalimantan Selatan, Hj. Mariana

Anggota Komisi IX DPR RI sekaligus Ketua DPD Gerindra Kalimantan Selatan, Hj. Mariana Abidin, turun langsung menemui masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Mariana membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla. Kegiatan menyasar sejumlah kawasan terdampak, di antaranya Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, hingga Desa Gunung Raja, Kabupaten Tanah Laut.

Dari pantauan di lapangan, kabut asap masih menyelimuti sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur mobilitas masyarakat. Mariana pun berdialog langsung dengan warga dan perangkat setempat untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat, termasuk Ketua RT 01 Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Salasiah, dan Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar.

Menurut Mariana, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya sebatas kebutuhan masker. Paparan kabut asap yang berlangsung cukup lama juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga, khususnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, ia menilai pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta langkah pencegahan perlu diperkuat di wilayah yang terdampak kabut asap.

“Selain cek kesehatan dan obat-obatan, masyarakat juga meminta mesin pemadam dan tangki air. Ini sangat urgen di tengah musim kemarau,” ujar Mariana, Sabtu (22/8/2026).

Sebelumnya, Mariana telah menyalurkan sekitar 1.000 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan perbatasan Banjarbaru dan Tanah Laut. Pembagian masker dilakukan untuk membantu melindungi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

Mariana Bagikan Masker untuk Para Warga
Mariana Bagikan Masker untuk Para Warga

Legislator asal Kalimantan Selatan itu juga menilai kebutuhan tangki air dan mesin pemadam perlu mendapat perhatian serius. Selain dibutuhkan untuk menghadapi musim kemarau, ketersediaan air dan peralatan pemadaman sangat penting untuk mendukung penanganan apabila titik api kembali muncul atau meluas.

Mariana menegaskan, kondisi di lapangan membutuhkan penanganan yang cepat dan kolaboratif. Petugas penanggulangan bencana, aparat keamanan, relawan, pemerintah daerah, hingga masyarakat perlu terus memperkuat koordinasi dalam melakukan pemadaman dan mengantisipasi dampak kabut asap.

“Petugas BPBD, TNI, Polri, dan relawan sudah berjibaku siang-malam. Bahkan, beberapa hari terakhir api mulai mendekati pemukiman penduduk,” ungkap Mariana.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan masyarakat yang terpapar kabut asap juga harus menjadi bagian penting dalam penanganan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.

Srikandi Gerindra itu berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak terpenuhi, mulai dari masker, pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, hingga dukungan sarana penanggulangan kebakaran.

Ia menegaskan, kehadiran langsung di tengah masyarakat diperlukan untuk memastikan kebijakan dan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan nyata di lapangan.

“Kita harus hadir dan melihat langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai dampak karhutla terhadap kesehatan semakin luas. Pencegahan, pelayanan kesehatan, dan penanganan kebakaran harus berjalan bersama,” kata Mariana.

Mariana berharap sinergi antara pemerintah, aparat, petugas kebencanaan, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat dapat mempercepat pengendalian karhutla sekaligus menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga di Kalimantan Selatan.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp