Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap ketersediaan kebutuhan masyarakat di Kalimantan Barat. Menurutnya, kekeringan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan bahan pokok dan mendorong kenaikan harga yang pada akhirnya membebani masyarakat.
Yuliansyah menilai kondisi kemarau panjang perlu menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Sebab, keterbatasan air dan terganggunya pasokan kebutuhan masyarakat dapat memunculkan persoalan lanjutan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Sudahlah nanti airnya susah, BBM-nya tidak ada, ini akan berdampak bagi Kalimantan Barat,” ujar Yuliansyah saat ditemui di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (23/8/2026).
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat I itu menekankan pentingnya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di tengah kemarau berkepanjangan. Menurutnya, gangguan pasokan dapat berpengaruh terhadap harga dan meningkatkan beban ekonomi masyarakat.
“Ini akan berdampak lagi pada masalah BBM, yang nantinya menyangkut harga untuk masyarakat,” katanya.
Pejuang Politik Gerindra itu meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat langkah antisipasi terhadap dampak kekeringan dan karhutla. Menurutnya, ketersediaan air, energi, serta pasokan kebutuhan pokok harus dipastikan agar kemarau panjang tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas.
“Untuk itu, perlu menjadi perhatian khusus pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta pihak-pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi dampak kekeringan, keterbatasan air, maupun dampak karhutla,” pungkasnya.