Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendorong pemerintah meningkatkan dukungan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat, terutama untuk program preservasi jalan yang dinilai krusial dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Hal itu disampaikan Danang saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, kebutuhan pendanaan infrastruktur di Jawa Barat masih menjadi tantangan di tengah keterbatasan fiskal pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Danang, gubernur menyampaikan adanya defisit anggaran daerah yang berdampak pada terbatasnya kemampuan pembiayaan pembangunan infrastruktur. Salah satu yang menjadi perhatian ialah penanganan ruas Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, khususnya jalur Cikampek–Cirebon.
“Jalur Pantura di Jawa Barat menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat memberikan dukungan agar penanganan ruas tersebut bisa dipercepat,” ujar Danang.
Pejuang Politik Gerindra itu menilai keterbatasan anggaran harus direspons melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menetapkan skala prioritas pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, seperti kondisi jalan, kenyamanan berkendara, hingga tingkat kemantapan jalan, dapat ditangani secara bertahap.
Selain itu, Danang juga menyoroti masih besarnya kebutuhan pendanaan infrastruktur yang mengemuka dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) bersama mitra kerja Komisi V DPR RI. Ia menyebut masih terdapat backlog anggaran yang memerlukan tambahan dukungan agar target pembangunan dapat tercapai.
“Kami melihat masih banyak kebutuhan anggaran yang belum terpenuhi. Karena itu, Komisi V DPR RI mendorong peningkatan dukungan pendanaan sehingga sinergi pembangunan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah benar-benar dapat diwujudkan,” katanya.
Danang menegaskan, tanpa tambahan dukungan fiskal maupun skema pembiayaan alternatif, percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat akan sulit berjalan optimal.
Ia pun menekankan pentingnya peningkatan anggaran untuk program preservasi jalan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjaga kualitas infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam melindungi keselamatan pengguna jalan.
“Preservasi jalan harus menjadi prioritas karena bukan hanya menyangkut kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga keselamatan masyarakat. Infrastruktur jalan yang terpelihara dengan baik akan memberikan manfaat lebih besar bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” pungkasnya.