Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya bangsa Indonesia kembali berpegang teguh pada warisan pemikiran para pendiri bangsa sebagai landasan dalam membangun masa depan nasional. Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyatakan bahwa Indonesia sempat menjauh dari cita-cita dan pemikiran yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Padahal, menurutnya, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi yang kuat dan visioner bagi Indonesia sebagai negara yang merdeka, bersatu, dan berdaulat.
Presiden mencontohkan Sumpah Pemuda sebagai salah satu warisan terbesar bangsa yang berhasil menyatukan Indonesia melalui satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Menurutnya, keputusan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan merupakan langkah cemerlang yang mampu mempersatukan beragam suku dan daerah di Tanah Air.
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa Pancasila merupakan warisan fundamental yang selama ini menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak menganggap nilai-nilai Pancasila sebagai sesuatu yang biasa, karena ideologi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global.
“Janganlah kita menganggap apa yang kita miliki sekarang adalah biasa-biasa saja,” ujar Presiden.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri kondisi Indonesia yang tetap bersatu di tengah situasi dunia yang masih diwarnai konflik dan peperangan di berbagai kawasan. Menurutnya, persatuan nasional merupakan modal besar yang harus terus dijaga.
Selain Pancasila, Presiden menilai Undang-Undang Dasar 1945 merupakan warisan penting yang harus menjadi pedoman dalam pembangunan nasional. Ia mengibaratkan konstitusi sebagai cetak biru atau blueprint pembangunan bangsa yang menjadi acuan agar perjalanan Indonesia tetap berada pada jalur yang benar.
“Kita sudah diberi rancang bangun, blueprint, tetapi sering kali kita menganggapnya tidak penting. Padahal, jika menyimpang dari blueprint, bangunan itu bisa runtuh,” tegas Presiden.
Karena itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda dan para pengusaha, untuk kembali memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendiri bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, kuat, dan berdaulat.