Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekonomi yang berlandaskan Pancasila merupakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat, berkeadilan, dan menjunjung tinggi prinsip kebersamaan. Menurut Presiden, konsep tersebut telah diamanatkan secara jelas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun atau cetak biru yang dibuat oleh para pendiri bangsa. Dirancang oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya, yang tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Di sana diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,” ujar Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
Sejalan dengan prinsip tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memperkuat koperasi sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Presiden juga mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tuturnya.
Presiden menegaskan bahwa rakyat harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan nasional, bukan sekadar objek pembangunan.
“Karena itu rakyat harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan,” lanjut Presiden.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan bahwa tujuan utama ekonomi Pancasila adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk membangun perekonomian nasional yang berlandaskan nilai-nilai gotong royong, keadilan sosial, dan kedaulatan rakyat sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Menurut Presiden, kemajuan Indonesia hanya akan bermakna apabila manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.