Polri melalui Polda Riau membangun 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Bumi Lancang Kuning. Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Rahul, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan konektivitas hingga ke pelosok desa.
“Ini kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk ke sekolah, kini memiliki akses yang lebih aman dan layak. Ini bukan sekadar membangun jembatan, tapi membangun masa depan,” ujar Rahul, Rabu (25/3/2026).
Rahul menilai pembangunan jembatan menunjukkan progres signifikan. Dari 110 jembatan yang direncanakan, sebanyak 27 telah rampung dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan renovasi.
Ia menambahkan, langkah Polri ini menunjukkan bahwa institusi negara tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat. Ia juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan yang mampu menerjemahkan arahan Presiden menjadi program konkret yang berdampak langsung.
Apresiasi juga disampaikan kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan beserta jajaran yang dinilai cepat, adaptif, dan progresif dalam mengimplementasikan program di daerah.
“Saya melihat ini sebagai kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di kebijakan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata. Kapolri memberi arah jelas, dan Kapolda Riau mengeksekusinya dengan baik,” katanya.
Legislator Gerindra itu juga menyoroti pendekatan humanis dalam peresmian jembatan yang diisi dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta masyarakat dan pelajar di Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
“Dialog ini penting karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan. Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa negara hadir dan mendengar,” ungkapnya.
Anak buah Prabowo itu berharap program pembangunan jembatan ini terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Kalau di Riau saja direncanakan 110 jembatan dan baru 27 yang selesai, ini menunjukkan komitmen besar. Jika dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan luas memperkuat konektivitas desa, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas SDM,” pungkasnya.