Anggota DPR RI, Ir. Dwita Ria Gunadi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kepala Desa Braja Asri, Kabupaten Lampung Timur, yang meninggal dunia akibat konflik dengan satwa liar di sekitar pemukiman warga.
Dwita menilai peristiwa tragis tersebut menjadi peringatan serius bahwa konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya di wilayah penyangga kawasan konservasi, masih membutuhkan penanganan yang lebih terencana, terukur, dan berpihak pada keselamatan masyarakat.
“Peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan dan penanganan konflik manusia–satwa, agar keselamatan warga, terutama di desa-desa sekitar kawasan konservasi, benar-benar terjamin,” ujar Dwita, Kamis (1/1/2026).
Srikandi Gerindra ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap mekanisme peringatan dini, kesiapsiagaan aparat di lapangan, pola pendampingan kepada masyarakat, serta kejelasan prosedur penanganan konflik satwa liar.
Menurutnya, tanpa sistem yang jelas dan respons cepat, warga berpotensi kembali dihadapkan pada situasi berbahaya tanpa perlindungan yang memadai.
Selain itu, Dwita mendorong penguatan koordinasi lintas sektor antara pengelola kawasan konservasi, pemerintah daerah, dan aparat desa. Sinergi tersebut dinilai krusial agar upaya pencegahan dan penanganan konflik manusia–satwa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Keselamatan manusia dan pelestarian satwa harus berjalan seimbang. Diperlukan evaluasi kebijakan yang komprehensif agar tujuan konservasi tercapai tanpa mengorbankan nyawa dan rasa aman masyarakat,” tegasnya.
Dwita berharap hasil evaluasi dan investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang dapat menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah lain.