Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, merespons kondisi kemarau panjang yang melanda Kabupaten Agam selama empat bulan terakhir, yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
“Air adalah kebutuhan dasar seluruh makhluk hidup. Semoga kemarau panjang ini cepat berlalu, sehingga sawah dan kebun warga kembali dialiri air dan para petani bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Ade Rezki, Minggu (16/11/2025).
Legislator dari Partai Gerindra itu turut membantu ketersediaan air bersih dengan memberikan dukungan operasional berupa bantuan uang tunai. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Camat Canduang, Syahrul Hamidi, saat ia menghadiri kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Ade, banyak lahan pertanian yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bahkan, sejumlah sumber air yang masih tersedia pun tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat di Kecamatan Canduang. Kemarau panjang ini tidak hanya menyulitkan warga mendapatkan air bersih, tetapi juga menyebabkan sebagian lahan pertanian gagal panen. Karena itu, kami membantu biaya operasional kendaraan yang akan menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Dasril (50), warga setempat, mengapresiasi langkah cepat Ade Rezki dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban warga.
“Bantuan diberikan langsung saat warga menyampaikan keluhan pada kegiatan sosialisasi program MBG. Ade Rezki langsung memberikan bantuan operasional kendaraan untuk mendistribusikan air ke rumah-rumah warga,” tuturnya.
Sebelum adanya bantuan, warga hanya mengandalkan sumber air yang tersisa, bahkan sebagian terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Agam melalui BPBD telah menetapkan masa tanggap darurat bencana kekeringan sejak Agustus lalu. Kemarau panjang membuat ratusan keluarga di wilayah Ampek Angkek dan Canduang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selama masa tanggap darurat, BPBD bekerja sama dengan PDAM, PMI, pemerintah kecamatan, nagari, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB) dalam menyalurkan air bersih ke berbagai desa terdampak.