Anggota DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan, menyoroti rendahnya kesejahteraan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) setelah mendengar langsung keluhan dari seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Siti Rodiah, guru PAUD asal Desa Cikeusal, Kecamatan Cimahi, saat Rokhmat Ardiyan melakukan kunjungan kerja (reses) ke desa setempat pada Kamis (16/10/2025). Dalam pertemuan itu, Siti mengungkapkan bahwa dirinya telah mengabdi selama 15 tahun di KB Al Husna, dengan honor yang sangat minim.

“Kami dihonor Rp150 ribu per bulan, bahkan dulu pernah hanya Rp50 ribu. Ada empat orang guru di KB Al Husna, dan besar kecilnya honor tergantung jumlah siswa,” tutur Siti.

Ia mengaku senang dapat menyampaikan aspirasinya langsung kepada wakil rakyat, sekaligus berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasib guru PAUD, baik dari sisi kesejahteraan maupun peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Alhamdulillah, ada kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kami. Kadang kami bingung harus mengadu ke mana. Semoga kehadiran Pak Rokhmat Ardiyan bisa membawa perubahan,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rokhmat Ardiyan menyampaikan rasa prihatin dan apresiasi atas dedikasi para guru PAUD yang terus mengabdi meski dalam keterbatasan. Ia menegaskan, guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan fondasi pendidikan anak-anak bangsa.

“Saya sangat menghargai perjuangan Ibu Siti dan para guru PAUD lainnya yang tetap mengajar dengan penuh semangat. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya,” ujar Rokhmat.

Rokhmat menegaskan siap mengawal aspirasi para guru PAUD agar dapat diperjuangkan di tingkat pusat, khususnya di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik PAUD di seluruh Indonesia.

“Saya akan terus mengawal aspirasi ini. Tetap semangat, jangan berhenti berjuang. Insyaallah Allah akan membalas semua kebaikan para guru,” ujarnya.

Sebagai bentuk perhatian, Rokhmat Ardiyan memberikan insentif sebesar Rp2 juta kepada Siti Rodiah. Pemberian bantuan tersebut disambut haru oleh Siti dan rekan-rekannya yang merasa perjuangan mereka mendapat apresiasi nyata.

Legislator Gerindra itu juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berani menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Masukan dan keluhan dari masyarakat menjadi bahan penting bagi kami untuk diperjuangkan dalam perumusan kebijakan di tingkat pusat,” katanya.

Langkah yang dilakukan Rokhmat Ardiyan diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pemangku kebijakan lain agar lebih peduli terhadap nasib guru honorer, terutama mereka yang mengabdi di lembaga PAUD fondasi utama pendidikan bangsa.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp