Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyoroti kenaikan harga pangan, khususnya beras, yang terus melambung di atas harga eceran tertinggi (HET). Ia menyebut, masyarakat dalam sebulan terakhir kembali menghadapi tantangan serius dengan naiknya harga beras, bawang merah, hingga minyak goreng.

“Harga beberapa komoditas utama seperti beras, bawang merah, hingga minyak goreng mengalami kenaikan dan masih berada di level tinggi. Bahkan, untuk komoditas beras, harganya sudah melampaui HET yang ditentukan,” kata Titiek, Jumat (21/8/2025).

Menurut Titiek, tingginya harga beras kian menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Ia juga menyoroti temuan praktik beras oplosan yang dipasarkan tidak sesuai mutu dan kualitas beras.

“Sebagian merek yang dijual sebagai beras premium ternyata tidak memenuhi kriteria mutu, isi kemasan tidak sesuai dengan label. Praktik ini jelas merugikan masyarakat, merusak kepercayaan konsumen, mengganggu stabilitas pasar, bahkan berpotensi menimbulkan keresahan sosial,” tegas Politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Titiek menyambut baik langkah pemerintah dan aparat hukum yang sudah menindak pelaku beras oplosan. Namun, menurutnya, masalah ini mencerminkan persoalan mendasar dalam tata kelola pangan, mulai dari produksi, distribusi, hingga pengawasan.

Selain itu, ia menyoroti kenaikan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang mencapai Rp7.000–Rp7.500 per kilogram, melampaui harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

“Akibatnya, penggilingan kesulitan memproduksi beras dengan harga sesuai HET. Ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan serius antara regulasi harga, biaya produksi, dan tata niaga pangan kita,” ujarnya.

Titiek menegaskan Komisi IV DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan memastikan kebijakan pangan berpihak kepada petani sekaligus masyarakat.

“Kami memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjamin kedaulatan pangan Indonesia, agar rakyat bisa menikmati pangan yang tersedia, terjangkau, dan bermutu,” pungkasnya.

Facebook
Twitter
WhatsApp
X
Telegram
Facebook
Twitter
WhatsApp